Jumat, 23 September 2016

Menjadi Orang Tua yang Bijak Ber-internet



Saya adalah generasi tahun 90an, saat-saat awal yang namanya internet mulai dikenal oleh anak-anak muda di Indonesia. Di tahun pertama saya SMA, saya mulai mengenal yang namanya email atau surat elektronik, website dan chating-chating ala IMRC maupun YM. Cara menggunakan internet saya peroleh dari teman-teman dan juga pernah sekali ikutan workshop gratisan tentang internet. 
 
Waktu itu, bisa menggunakan internet tuh sesuatu banget deh karena belum banyak anak-anak muda sebaya saya yang bisa pake internet. Jadi rasanya seneng banget sampai mungkin terlalu seneng sampai tiap hari ada perasaan pengen menyambangi warnet untuk sekedar chating lewat MIRC.

Kala itu belum ada smartphone dan penggunaan handphone pun masih terbatas kalangan tertentu saja, jadi warnet menjadi idola orang-orang yang ingin menggunakan internet- termasuk saya. Namun selang 15an tahun, keadaan sudah sangat berbeda. 

Selasa, 20 September 2016

Perpustakaan yang cozy

Sudah lama banget saya pengen singgah di perpustakaan daerah Jogja yang bernama Grhatama Pustaka. Dari jauh gedungnya terliat bagus dan keren, jadi bikin penasaran aja buat masuk. Biasanya kalau denger kata perpustakaan, yang ada dalam pikiran kita adalah gedung yang "kaku" dan rak yang penuh buku trus jadi bikin males masuk. Beda banget kalau disuruh masuk toko buku.

Minggu kemarin, saya dan Ikhsan menyempatkan diri masuk ke Grhatama Pustaka yang lokasinya dekat dengan Jogja Expo Center. Yuk mari kita lihat-lihat ke dalam..

Gedung Grhatama Pustaka tampak dari depan

Senin, 29 Agustus 2016

pacaran sama suami

Setelah menikah dan punya anak, meluangkan waktu untuk sekedar nge-date berdua sama mas memang jadi sesuatu yang ga gampang dilakukan. Rasanya rada gimana gitu, meninggalkan anak-anak di rumah trus kita malah makan atau jalan berdua. Rada ada perasaan "bersalah" kepada anak-anak.

Saya menyadari banget bahwa saya dan mas butuh waktu berdua saja untuk saling ngobrol atau sharing perasaan kita. Ya...kayak jaman-jaman sebelum nikah dulu, istilahnya pacaran. Yes,we need it.
Kami notabene hanya punya waktu bersama setelah pulang kantor, dengan catatan mas tidak sedang tugas luar kota. Waktu sepulang kantor itu pun harus kami bagi dengan ikhsan-ikhfan. Alhasil kadang dalam sehari kami ga sempat ngobrol berdua. Apalagi kalau mas ada tugas luar kota sampai berhari-hari, dan waktu total waktu di rumah hanya tersisa 5 hari saja dalam sebulan.
gambar diambil dari https://destiniplestari.wordpress.com
Dan gini nih, pacaran dengan suami ala saya...

Selasa, 23 Agustus 2016

Ikhfan dan asma (mengontrol asma-1)


Kali ini saya ingin bercerita tentang perkembangan ikhfan dan asma. Alkhamdulillah sejak kontrol rutin sebulan sekali ke dokter Spesialis paru anak, sudah tiga bulan ini serangan asma tidak datang. Lega dan senang melihat Ikhfan dapat beraktifitas normal tanpa serangan asma.

Beberapa orang memang kadang sempat ga percaya kalau saya mengatakan ikhfan adalah penderita asma.
“Masak sih? Lha wong badannya gendut gitu. Biasanya anak yang punya asma tuh badannya kecil dan susah makan lho.” Komentar beberapa teman dan guru Ikhfan di sekolah.

gini nih, kalau Ikhfan pas sehat
Memang bener sih, saya juga banyak menemui anak-anak yang terkena asma memang rata-rata ga doyan makan dan badannya kecil. Di keluarga saya dan mas juga ada saudara yang punya asma sejak kecil sampai dewasa badannya kecil. Kalau saya lihat sih karena mereka di waktu kecil sangat sering terkena serangan asma dan serangan sesak nafas itu tidak segera mereda. Padahal ketika orang sedang sesak nafas, jelas nafsu makan ilang wong untuk banyak bicara aja kadang nafasnya ga kuat.
Nah kalau dalam sebulan selalu terkena serangan dan jangka waktu serangan asma itu membaik butuh waktu 1 minggu an lebih. Lha nafsu makan baliknya juga  1 minggu an lebih, selanjutnya ketika nafsu makan mulai membaik, eh serangan asma datang lagi. Makanya dimaklumi kalau beberapa anak yang punya asma berat badannya ga banyak.

Pada Ikhfan, karena sejak bayi Ikhfan mendapat ASI eksklusif dan MPASI home made membuat dia mempunyai nafsu makan yang bagus. Ikhfan tidak terlalu picky eater, apa pun menu yang saya hidangkan pasti dimakan. Walaupun Ikhfan hampir tiap bulan terkena serangan asma, tapi jangka waktu pulihnya Ikhfan dari serangan itu lumayan pendek. Hanya sekitar 2 hari saja Ikhfan susah makan, meski masih batuk-batuk Ikhfan sudah mau makan seperti biasa.

Saat Ikhfan menjelang 3 tahun, saya mulai getol mencari informasi seputar asma pada balita. Awalnya saya agak pasif, dalam artian setiap kali serangan asma datang, saya bawa Ikhfan ke dokter SPA. Diberi obat dan dalam seminggu membaik. Tapi..ii bulan depannya ikhfan kena serangan lagi. Begitu terus.
Penjelasan dari dokter standar saja bahwa serangan asma datang pasti ada pemicunya, jadi supaya serangan tidak datang harus dicoba menghindari pemicunya.
Saya yang harus mencari tahu apa pemicunya dan menghindari paparan pemicu itu terhadap Ikhfan.
Memang sih, kalau serangan asma datang kemudian diberi obat dari dokter SPA, biasanya serangan itu akan membaik.
Tapi saya mikir, masak ya setiap bulan terkena serangan??

Minggu, 14 Agustus 2016

11 tahun

Mendapat sms yang puitis di tengah malam buta memang akhirnya membuat saya melayang. Ini nukilan isi sms yang saya terima:
"14 Agustus 2005:
Saat dua hati menyatu, tuk arungi hidup di jalan-Nya
Allah kan berkahi mereka
Kala dalam doa, kala dalam asa
Menjadilah mentari bening pagi
yang terangi bumi, terangi hati
Menjadilah keheningan malam
Kala berjuta insan larut dalam doa"

#happy anniversary sayang..."

Senin, 25 Juli 2016

ultah Ikhfan ke-4

Walau telat, tapi saya tetep mau posting tentang ultah ikhfan...
Tanggal 20 Juli 2016 kemarin ikhfan genap berusia 4 tahun. Ah, rasanya waktu cepat sekali berlalu. Ikhfan kini bukan lagi Batita. Sudah bertambah usia dan kami semua bersyukur atas pertumbuhan dan perkembangannya.Walau Ikhfan sering terserang asma, Alkhamdulillah berat badannya bagus dan perkembangan motorik kasar dan halusnya juga bagus.

Perkembangan yang saya amati, Ikhfan adalah peniru bahasa yang hebat. Dia cepat sekali menangkap inti pembicaraan orang lain yang didengarnya dan kemudian menirukan kata-kata atau kalimatnya.
Efeknya saya dan mas kalau bicara di hadapan Ikhfan harus lebih hati-hati, jangan coba membahas orang lain karena Ikhfan mungkin akan mengulang pembicaraan kami di hadapan orang lain.
wkwk....bahaya kan kalau didengar orang lain.

Ikhfan sangat ekspresif dalam mengungkapkan perasaan atau emosinya. Kalau ga suka, ya dia akan teriak atau bahkan memukul. Sebaliknya kalau dia suka atau senang, Ikhfan akan memeluk dan mengucapkan kata-kata yang halus.
Saya kudu berkali-kali memberitahu Ikhfan, jika sedang tidak suka sama sesuatu atau marah jangan langsung berteriak atau memukul karena kalau dipukul sakit rasanya. Kadang satu dua kali, Ikhfan masih ingat. Selebihnya ya teriak lanjut mukul.
Solusinya ya, saya kudu ekstra sabar ketika Ikhfan mukul. Saya memberitahu untuk tidak memukul dengan intonasi yang tidak marah dan selanjutnya Ikhfan saya peluk. Saya menyadari, mungkin sekarang ikhfan sedang melalui masa-masa tantrum. Postingan berikutnya deh, saya bahas tentang tantrumnya Ikhfan.

Jumat, 15 Juli 2016

Saya dan Kamera Ponsel

Hari gini siapa sih yang ga pengen eksis dan narsis di dumay? kayaknya orang dari berbagai kalangan dan beragam usia pengen eksis di semua jenis medsos. Saya tanpa malu akhirnya ikutan mengajungkan ibu jari untuk mengakui bahwa saya juga terbawa pusaran arus "eksis dan narsis di dumay".

Awal saya mulai belajar ngeblog tahun 2007 yang lalu, untuk urusan posting poto, saya mengandalkan kamera digital dengan megapixel dibawah 8. Sebenarnya hasilnya ga maksimal, tapi karena waktu itu belum banyak tandingan foto-foto diatas 8 megapixel, jadi saya pede abis meng-upload foto

Dulu objek jepretan saya dengan kamera digital adalah ikhsan -anak pertama saya-. Kamera yang ukurannya kecil itu selalu siaga di dekat saya, untuk saya pake setiap melihat tingkah ikhsan yang saya anggap lucu dan layak untuk diabadikan. Pokoknya setiap tingkah ikhsan saya jepret. Trus hasilnya dipilih-pilih dan dijadikan bahan postingan di blog.
Kadang hasilnya ngeblur, tapi berhubung caption-nya saya suka, ya tetep aja saya posting hehe... ini dia salah satu foto yang nekad saya upload di blog tanggal 31 maret 2008.

nge-blur, tapi karena caption-nya ikhsan lagi belajar berdiri ya tetep di upload ;)