Senin, 24 Agustus 2015

ketemu dokter gigi untuk pertama kali...

Urusan dengan gigi, terkadang harus berakhir di ruang praktek dokter gigi untuk "dieksekusi". Saya sejak kecil sebenaranya ngeri kalau harus masuk ke ruang prakter dokter gigi. Merinding liat kursi dan alat-alatnya. Mungkin saya punya pengalaman ga mengenakkan dengan gigi ketika saya berumur 8 atau 9 tahun. Kala itu gigi geraham saya berlobang dan sering sekali sakit . Akhirnya saya dibawa bapak ke dokter gigi. Berhubung lobang sudah sangat besar, kayaknya gigi geraham saya tidak memungkinkan untuk diselamatkan dan saya harus merelakan untuk dicabut. Huaa....takut dan ngeri waktu itu dan sampai sekarang saya masih ingat perasaan takut itu.
Walau dokter gigi sudah menenangkan dengan kata-kata lembut, dibilangnya ga bakal sakit dan besok sudah bisa langsung makan seperti biasa, tapi yang namanya anak-anak, rasa takutnya ga ilang-ilang.

Dan setelah dicabut, selama seminggu saya masih merasakan nyut-nyut pada bekas gigi yang dicabut dan belum bisa makan dengan enak. Sejak itu saya takut banget sakit gigi, dan dengan kesadaran sendiri rajin menyikat gigi. Bapak dan ibu dulu ga begitu gencar mengingatkan anak-anaknya untuk sikat gigi. Tampaknya acara sakit gigi jadi hal yang biasa di keluarga kami kala itu.

Karena pengalaman itu, sekarang saya menerapakan wajib sikat gigi pada ikhsan-ikhfan minimal sehari 3 kali. Sebelum tidur wajib sikat gigi dan tidak ada acara minum susu sebelum tidur. Kalau mau minum susu ya sebelum sikat gigi.

Jumat, 14 Agustus 2015

Ah ya...10 tahun sudah



Ah ya, tidak terasa sepuluh tahun telah berlalu sejak 14 Agustus 2005 yang lalu.  Saya merasakan waktu berjalan begitu cepat, dari menjadi seorang istri tanggal 14 Agustus 2005 dan sekarang menjadi istri sekaligus ibu bagi 2 orang anak laki-laki kecil. Rangkaian ucapan syukur tiada henti saya panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang menganugerahkan rasa cinta dan sayang diantara kami. Walau kadang banyak dibumbui cemburu, rasa marah dan bibir manyun, ternyata itu menambah erat ikatan diantara kami.

Ah ya...sepuluh tahun ini adalah “sekolah kehidupan” bagi saya untuk belajar menjadi seorang dewasa, bertenggang rasa dan bekerja sama dengan mas. Terkadang masalah datang di saat yang bersamaan, dan membutuhkan kedewasaan berpikir untuk mencari solusinnya. Alkhamdulillah saya mempunya nahkoda “kapal kehidupan” yang sangat tangguh dan sangat pemaaf kepada saya.

Ah ya....dan saya masih sangat perlu bimbingan mas untuk menjaga gelombang emosi yang terkadang datang. Terimakasih telah selalu mengingatkan saya selalu tersenyum dan bersikap kalem walau ada emosi di dada yang rasanya meledak-ledak.

Ah...ya mari kita eratkan genggaman tangan kita untuk bersama menaiki kapal kehidupan kita karena ada dua penumpang cilik yang membutuhkan kita untuk belajar tentang kehidupan...



Senin, 03 Agustus 2015

ikhsan 8 tahun & ikhfan 3 tahun

#ikhsan-8 tahun

Alkhamdulillah kakak ikhsan tanggal 30 juni 2015 kemaren genap berusia 8 tahun. Jauh-jauh hari, ikhsan sudah meminta saya untuk merayakan ulangtahunnya. Ikhsan penge..een banget ngundang teman-teman sekolah dan teman-teman maen di rumah.
Ketika saya tanya alasan ikhsan, kenapa pengen ulang tahunnya dirayakan? Saya mendapat jawaban yang simpel banget dari ikhsan, " aku pengen dapat hadiah dari temen-temen."

Saya dan mas berkali-kali tarik-ulur dengan permintaan ikhsan itu. Saya mencoba menawarkan kepada ikhsan merayakan ultah tahun ini di rumah saja tanpa mengundang teman-teman, tapi nanti ada kue tart juga kado dari ibu bapak.
Ikhsan tetep ga mau. Pengen ngerayain ultah sekalian buka puasa bersama dengan teman-teman.
Berhubung ikhsan dalam tahap belajar puasa sehari penuh, akhirnya kami mengabulkan permintaan ikhsan. Jadi intinya adalah acara buka bersama sekaligus ultah ikhsan yang ke 8.