Kamis, 28 Oktober 2010

ambruk juga

Mnggu kemaren, selama 3 hari saya absen ga ngantor karena badan -ambruk-, ternyata selama beberapa hari itu saya sangat merasakan perhatiandari dua lelaki di dekat saya. Lelaki yang satu anaknya mertua -mas- dan lelaki yang satunya laki -ikhsan-

Jumat minggu yang lalu penyakit lama saya kembali menyerang yaitu maag. Duh sakitnya ampyun deh. Sebenarnya penyakit ini dah hampir 2 taon ga menyambangi perut saya tapi kemaren itu kok ya mampir, pas si mas lagi tugas luar kota pulak. Dan di rumah cuma ada anak lelaki kecil -ikhsan-, asisten dan eyang. Badan meriang, panas, pusing, perut mual masih ditambah diare harus saya rasakan dan tahan sendiri. Saya coba minum persediaan obat maag dan obat diare yang saya punya, tapi rasanya tidak begitu mempan.
Dalam keadaan teler seperti itu, yang ada di pikiran cuma berharap ada mas di samping saya. Lumayan, kan bisa minta dipijit atau dianter ke dokter hiks..hiks..

Malam minggu si mas akhirnya pulang..
saya berusaha bersikap baek-baek aja (sambil nahan sakit bo'). Tapi setelah mas megang badan saya,"lho jeng, kok badanne anget ?"
Barulah, saya berkeluh kesah semuanya..
Hari minggu-nya saya ga kuat nahan sakit akhirnya saya diboyong juga sama mas ke UGD RS Condongcatur. Sampai UGD, ngantri karena banyak pasien yang masuk juga.
Diperiksa dokter, saya bilang semua keluhan saya. Si dokter manggut-manggut. Trus bilang," bu..kok saya curiga ibu typus ya?"
"weks..,masak sih dok?" saya ga percaya.
"soalnya badan ibu panas dan kepala sakit. Tapi kita tunggu sampai 3 hari, kalau tidak ada perubahan cek darah ya bu?"

saya cuma diem aja, dalam hati berdoa semoga diagnosis dokter tadi ga tepat. Saya cuma sakit maag.
Setelah dapat obat, saya pulang. Di rumah ikhsan sudah nunggu dan bertanya. Ibu darimana, kok ga ngajak ikhsan dan macem2.
Begitu dijawab kalau ibu sakit dan barusan dibawa ke dokter, ikhsan manggut-manggut dan memegang dahi saya.
"woo, ibu panas. Besok lagi jangan maem es ya bu?" katanya sok tahu.
saya cuma tersenyum mendengarnya.

3 hari di rumah, saya benar-benar tepar. Badan terasa lemes dan pengennya cuma tiduran. Nah untungnya ada si mas jadinya saya diopeni hihi..
Ditanyain pengen makan apa, disuapin, dirayu biar makannya habis banyak dan dibelikan makanan kesukaan saya. Pokoknya siip deh.. -makasih ya mas-

ikhsan juga tidak ketinggalan. Setiap waktunya saya minum obat, ikhsan mengambilkan pisang dan air putih buat saya. Menemani saya meminum obat dan meminumkan obat sirup ke mulut saya sambil bilang,"enak to bu? mengko rak ibu sembuh dewe, disembuhkan Allah."
Duh, saya terenyuh banget dengernya... -makasih ya nang-

Alhamdulillah sekarang saya dah baikan, semoga maag-nya ga kambuh lagi...

Rabu, 20 Oktober 2010

Tak Bisa Ke lain Hati



Bulan merah jambu, luruh di kotamu
Kuayun sendiri, langkah-langkah sepi
Menikmati angin, menabur daun-daun
Mencari gambaranmu, di waktu lalu

Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa, merengut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati

Begitu lelah sudah, kuharus menepi
Biduk tlah ditambatkan berlabuh di pantaimu...
Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa, merengut sukma

Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati

Sungguh kuakui ...

Tak bisa ke lain hati ...

Teringatku mengenangmu

Tergambar paras wajahmu, sendiri ...


Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa, merengut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati

Sungguh kuakui ...

Tak bisa ke lain hati ...

lagu: Tak Bisa Ke Lain Hati
dipopulerkan oleh Kla Project

foto ini diikutsertakan pada kontes Lagak dan Lagu di blogCamp

Selasa, 12 Oktober 2010

campursari

Wah, hampir berdebu nih blog. Lama ga posting sebenarnya bukan karena males tapi lagi banyak kegiatan dan kerjaan. Rumah dan kantor, sama-sama menyita waktu dan pikiran saya.

ninggal ikhsan
Saya yang selama ada ikhsan tidak mendapat tugas luar, eh kemaren tanggal 3-9 oktober 2010 kok kejatah tugas luar seminggu. Sebenarnya sih tetep di jogja, tapi berhubung kegiatannya sampai malem jadi saya nginep di hotel. Ah, rasanya rada ragu-ragu karena saya belum pernah ninggal ikhsan lebih dari jam kantor. Ga liat polah tingkahnya 1 hari aja, rasanya ndak kuat....
Minta ijin sama mas, boleh ga nerima tugas seminggu itu. Alhamdulillah boleh dan karena mas ga ada tugas luar jadi ada yang njagain ikhsan di rumah. Yo wes saya terima tugasnya.
"tenang jeng, ikhsan tak jagane...," gitu janjinya.
Lega denger janjinya mas, jadi saya tenang.
eh, ga dinyana.. sehari sebelum saya berangkat mendadak mas dapat surat tugas dari kantor mesti berangkat ke jakarta minggu itu juga. Weks.., gimana? saya dah ga mungkin mundur dan mas juga ga bisa mengundurkan diri. Akhirnya dengan penuh keterpaksaan, selama 1 minggu ikhsan kami titipkan di rumah eyang bersama asisten di rumah. Sedih rasanya..,kebayang ga bisa ngeloni ikhsan tidur setiap malamnya dan ga bisa liat perkembangan ikhsan setiap saat.

Ternyata kekhawatiran saya, tidak terbukti. Ikhsan tidak rewel sama sekali. Hanya sesekali menanyakan keberadaan saya dan lebih mandiri. Menurut laporan asisten saya ada beberapa perkembangan ikhsan selama saya tinggal:
1. bisa bobo sendiri
2. mau berangkat sekolah sendiri (biasanya kalao saya ga nganter ga mau)
3. saat sekolah sudah berani duduk sendiri dan asisten saya nunggu di luar kelas
4. sudah pipis sendiri di toilet
5. makannya juga gampang

ah, ternyata ada hikmahnya juga ikhsan ga ketemu ibu'na beberapa hari. Lega rasanya bisa ngurangi rasa bersalah saya dan mas meninggalkan ikhsan seminggu.

nikahan si om
selain sibuk kerjaan kantor, saya juga disibukkan dengan acara nikahan si om -adik saya satu-satunya- di hari minggu 10 oktober 2010 (10.10.10). Berhubung posisi si om di semarang, dan kakak-kakak saya juga ga ada yang di djogja alhasil saya yang harus mempersiapkan tetek bengek perlengkapan acara nikahan si om.
Kami 4 bersaudara, 3 cewek dan 1 cowok. Nah berhubung baru pertama kali mantu anak laki-laki, eyang rada bingung juga. Katanya ga pengalaman hehe...

Akhirnya, dengan trial dan eror saya yang ngurusi semuanya. Tepat jam 10 tanggal 10.10.10, si om mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu di rumah penganten putri di magelang.
Sempat terharu juga, ternyata adik saya dah gede.., dah punya istri. Adik yang selalu saya anggap masih kecil itu sudah akan melangkah menjadi seorang suami.
Hanya doa yang teriring semoga keluarga yang dibina menjadi keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah...

ini foto-foto, nikahan si om kemaren...


sister


formasi komplit


mejeng di kamar pengantin


bareng pengantin

Kamis, 23 September 2010

pensiun

pernah suatu saat saya ngobrol berdua dengan mas. Ngomongin anak, kerjaan dan kehidupan kita. Eh, sampai ke bahasan bagaimana kalau kita semakin bertambah tua dan pensiun dari kerjaan.
"besok kalau kita pensiun, kita gimana ya mas?"
"paling, ikhsan dah jadi manten. Punya rumah dewe. Adiknya ikhsan juga begitu"
"lha di rumah tinggal kita berdua lagi? terus kegiatan kita ngapain?"
"kita jadi petani aja jeng. Kita beli sawah deket rumah dan tiap pagi kita berjalan bersama ke sawah. Nggarap sawah..."
"weks, jadi petani mas?" saya kurang percaya.
"yakin deh, pasti seru... Jeng belum pernah to nggarap sawah?"
saya menggeleng pelan. Setelah saya pikir-pikir, mungkin seru juga. Bisa berjalan ke sawah bareng mas dan bisa gandengan tangan pulak.
"iya deh,jeng setuju..."
dan kami pun terbahak bersama. Umur baru 30an sudah membahas pensiun xixixi...

so, teman-teman jangan kaget kalau besok2 lewat dekat rumah saya dan lihat kami lagi tuyuk-tuyuk nggarap sawah hehe... :)

untuk Dija



23 september 2010 dija melewati 6 bulan pertamanya

disaat tangisannya menyapa dunia
tak ada bunda di sisinya
disaat matanya mencoba melihat dunia
tak ada bisikan bunda yang menceritakan indahnya dunia

disaat hujan turun membasahi bumi
tak ada dekapan bunda untuk menghangatkan tubuhnya
pun disaat pelangi datang setelahnya
tak ada bunda yang bisa menemani menyaksikan warna warninya

tapi dija,
engkau tak kan sendiri menjalani hidup
ada begitu banyak orang di dekatmu
yang akan membimbing langkahmu
menapaki kehidupan ini
yang akan menemanimu tertawa
yang akan memelukmu jika engkau menangis

selamat ulang bulan dija...

Rabu, 22 September 2010

panggilan sayang

dulu jaman belum menikah saya pengen banget kalau besok punya anak dipanggil dengan sebutan mama. Seneng aja.. Nah pas keponakan saya pertama lahir, saya langsung minta dipanggil dengan sebutan mama entik, padahal harusnya kan tante entik. Ah, dasar dah kebelet dipanggil mama hehe..., untungnya kakak saya ok-ok aja dengan panggilan itu. Anaknya langsung dibiasakan memanggil saya dengan mama entik.

waktu hamil ikhsan, saya mengungkapkan keinginan saya sama mas kalau besok pengen dipanggil mama. Eh, ya ternyata si mas kurang sreg dengan panggilan mama. Si mas pengen kita dipanggil dengan bapak-ibu. Katanya lebih enak di hati dan karena kita orang jawa, kayaknya lebih njawani kalau anak-anak manggil kita dengan bapak-ibu. Akhirnya saya manut aja..

ternyata sekarang saya lebih nyaman kalau ikhsan memanggil saya."ibu.." dan memanggil mas dengan,"bapak.."
Tapi saya tetep memanggil mas dengan mas (panggilan sejak dulu sebelum kita menikah) dan mas tetep memanggil saya dengan jeng. Ga berubah..
Terkadang ada protes dari ikhsan," kok tadi ibu bilang mas?" ketika mendengar saya memanggil bapakna.
Dan saya pun harus menjelaskan," iya le,kalau ibu manggil bapak mas, kalau ikhsan manggilnya bapak."
Ikhsan pun manggut-manggut. Tapi kadang ikhsan juga iseng ikut-ikutan saya manggil bapakna dengan," mas sigit..."
Kalau denger itu saya dan mas cuma bisa ketawa bareng, hehe...

Kamis, 16 September 2010

cerita lebaran 2010

sebelumnya kami sekeluarga mengucapkan......


lebaran tahun ini seperti lebaran tahun-tahun yang lalu diisi dengan wira-wiri-nya kami dari rumah eyang di condongcatur dan rumah mbah kakung di bantul. Sejak resmi menikah tepatnya 5 tahun yang lalu, acara lebaran saya dipenuhi dengan acara sawalan trah keluarga dari pihak saya dan dari pihak mas sejak hari pertama sampai hari ketiga. Hari-hari sisanya buat silaturahmi ke tetangga dan saudara yang lain.

malam takbir kami sudah meluncur menuju rumah mbah kakung di bantul. Kebetulan lebaran tahun ini hanya kami saja yang datang menginap sejak malam takbir. Anak-anak mbah kakung yang lain datang di hari kedua dan ketiga. Jadi lumayan-lah ikhsan bisa menambah keramaian rumah mbah kakung dan mbah putri di bantul.
Pagi harinya, ikhsan bisa bangun pagi dan ga rewel disiapkan buat ikut sholay ied di masjid. Dengan baju koko baru ikhsan dengan riang ikut berjalan bersama kami dan mbah kakung-putri. Sesampainya di masjid, ikhsan juga ga ribut dan langsung memilih sholat dengan mas di barisan shaf laki-laki. Ikut sholat dengan khidmad dan tidak rame. Selesai sholat baru ikhsan berlari mencari saya di bagian shaf putri.

malam harinya saya dah meluncur menjemput mba ratna (kakak saya dari solo yang lebaran di rumah mertuanya di bantul juga) menuju rumah eyang di condongcatur. Hari kedua lebaran jadwal kami adalah sawalan trah keluarga sontodiryo dari jalurnya eyang. Ikhsan sudah girang banget bakalan ketemu naufal dan hayyun, anak-anak mba ratna. Mereka sebaya, Naufal (7 th) dan Hayyun (2,5 th). Jadi klop lah mereka.
Sampai di rumah eyang, kakak dan adik saya dari semarang sudah ngumpul. Dan rumah eyang yang biasanya sepi sekarang jadi rame banget denga formasi komplit, 4 orang anak, 2 menantu dan 3 cucu laki-laki.

hari ketiga, kami sudah harus ke bantul lagi untuk acara sawalan trah ahmad sobari dari jalur mbah putri. Anggotanya sudah banyak banget dan ada beberapa wajah yang saya tidak mengenali. Maklum sejak jadi istrinya mas, saya jarang ketemu dengan keluarga besarnya. Hanya pas acara sawalan gini bisa ketemu, itu juga ga bisa ngapalin semuanya karena hampir 100an orang lebih.

hari keempat, saya dan mas tepar. Capek berat. Saya masuk angin dan tekanan darah drop. Alhasil seharian kami hanya tiduran di rumah eyang. Ga kemana-mana..

hari kelima, saya sudah harus ngantor dan ada acara sawalan seluruh keluarga besar kantor. Berhubung asisten masih mudik, jadi ikhsan saya ajak ikut sawalan di kantor. Kami dapet tempat duduk di bagian depan. Nah pas saat ustad yang akan mengisi pengajian sawalan berdiri memegang mic, kontan ikhsan langsung bertanya," ibu.. itu orangnya mau nyanyi ya? kok bawa mic?"
weks.. rada malu juga nih, abis ikhsan tanyanya sambil teriak. Sampai deretan tamu undangan di depan pada menolehke arah ikhsan.
"sstt.. enggak itu mau kasih pengajiab," kata saya pelan.
Setelah itu ikhsan mau diem dan rada anteng. Selanjutnya pas tamu undangan dan kepala kantor diberi gelas aer putih di depan meja masing-masing, eh ikhsan teriak lagi," ibu... aku mau mimik putih itu!"
weh, saya langsung ngajak ikhsan keluar ruangan... hehe..