Tampilkan postingan dengan label ikhsan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikhsan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Februari 2020

Mengatasi Serangan Asma pada Anak

Asma merupakan penyakit gangguan pernapasan yang dapat menyerang anak-anak hingga orang dewasa, tetapi penyakit ini lebih banyak terjadi pada anak-anak.  Secara medis, asma didefinisikan sebagai suatu kondisi ketika terjadi gangguan pada sistem pernapasan yang menyebabkan penderita mengalami mengi (wheezing), sesak napas, batuk, dan sesak di dada terutama ketika malam hari atau dini hari. 

Asma dapat muncul karena reaksi terhadap faktor pencetus yang mengakibatkan penyempitan dan penyebab yang mengakibatkan inflamasi saluran pernafasan atau reaksi hipersensitivitas. Kedua faktor tersebut akan menyebabkan kambuhnya asma dan akibatnya penderita akan kekurangan udara hingga kesulitan bernapas.

Serangan asma pada anak-anak perlu lebih diwaspadai karena mereka belum bisa mengatakan atau mendeskripsikan rasa sakitnya. Saya sendiri sekarang lebih aware dengan serangan asma  pada anak-anak, sebab 3 anak laki-laki saya semua menderita asma.

Kamis, 22 Juni 2017

Pilih Lima atau Enam Hari Sekolah?


Tema lima hari sekolah dari hari senin-Jumat selama 8 jam, sekarang menjadi perbincangan yang hangat bagi orang tua yang mempunyai anak usia sekolah. Wacana lima hari sekolah ini digulirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 yang menyebutkan bahwa hari sekolah dilaksanakan delapan jam sehari atau 40 jam selama lima hari (Senin-Jumat). Jadi anak-anak akan berada di sekolah dari jam 07.00 pagi sampai jam 15.00 sore. Dan rencananya kebijakan ini akan dimulai Juli mendatang bersamaan dengan tahun ajaran baru 2017/2018.

Beberapa hari yang lalu pas nganter Ikhfan ke TK, saya sudah dicegat ibu-ibu yang lain diajak ngobrolin wacana 5 hari sekolah itu. Sebagian besar merasa galau, karena belum bisa membayangkan bagaimana prakteknya 5 hari sekolah. Kekhawatiran anak akan merasa kelelahan di sekolah sampai bagaimana makan siangnya? Sebagian ibu-ibu ini mempunyai anak yang duduk di TK Bdan akan masuk SD pada tahuan ajaran 2017/2018 ini.  Jadi bisa dipahami kalau mereka terlihat galau membayangkan anak mereka akan sekolah dari pagi sampai sore.

Yang paling membuat galau adalah urusan makan siang anak-anak. Kalau di sekolah tidak menyediakan catering berarti harus bawa bekal makan siang dari rumah. Nah, untuk menyiapkan bekal makan siang yang sehat dan bergizi bakal jadi kerepotan tersendiri bagi ibu-ibu

Sabtu, 17 Juni 2017

Tantangan Pengasuhan Anak di Era Digital


Hari jumat, 16 Juni 2017 kemarin saya berkesempatan menghadiri pertemuan wali murid di TK-nya Ikhfan yang diiisi kajian tentang Parenting. Sekolah sering menghadirkan sesi parenting untuk wali murid dengan pembicara yang berbeda-beda. Saya mendapat banyak sekali ilmu ketika mengahadiri pertemuan itu. Sewaktu Ikhfan mengalami trauma tidak mau ditinggal ketika sekolah selama 6 bulan, saya mendapat pencerahan dan cara trauma healing  bagi Ikhfan dari psikolog yang mengisi acara parenting di sekolah.



Nah, sesi parenting kemarin menghadirkan Ibu Rina, psikolog dari UII. Tema besar yang diangkat Ibu Rina adalah Menjaga Potensi Baik pada Anak. Di awal sesi, Ibu Rina melontarkan pertanyaan kepada kami adalah “apakah bapak/Ibu pernah sekolah untuk menjadi orang tua yang baik? Apakah ada sekolah untuk menjadi orang tua? Bagaimana bisa orang tua yang tidak mempunyai bekal yang baik dapat mendidik anak-anaknya dengan baik?”

Selasa, 09 Mei 2017

Family trip: Batavia-Ancol

Hari kedua, anak-anak langsung bangun pagi dan semangat untuk pergi ke Ancol. Jam 7 pagi mereka sudah mandi dan siap untuk sarapan. Baiklah, mari kita mulai hari ini dengan semangat anak-anak...
Selesai sarapan, mas suami order go car dan tak berapa lama pun kami meluncur menuju Ancol. Hanya 15an menit kami sudah masuk gerbang Ancol. Tujuan pertama kami adalah Sea world. Walau belum ada jam 9, ternyata pengunjungnya sudah banyak.
 
Cerita perjalanan hari pertama ada di sini

Dengan tiket seharga 110 ribu per orang kami masuk Sea World. Ketika masuk, tangan kami dicap oleh petugas supaya nanti bisa keluar-masuk Sea World secara bebas dalam hari itu dengan sekali beli tiket. Begitu masuk kami langsung disambut oleh suasana redup-temaram dan aneka aquarium dengan bermacam-macam jenis ikan laut.

Senin, 01 Mei 2017

family trip : ke Batavia

Di era sekarang ketika rutinitas hidup melahirkan kejenuhan, tidak dipungkiri lagi bahwa acara refreshing bareng keluarga atau orang-orang terdekat merupakan momen yang ditunggu. Saya sendiri juga heran, mengapa sekarang rasa jenuh dan bosan gampang banget datang setelah terjebak rutinitas dan tekanan pekerjaan. Jalan bareng suami dan anak-anak ke tempat wisata bareng ternyata membuat hati sejenak refresh dari kejenuhan. So kayaknya kebutuhan akan liburan atau apalah namanya adalah suatu kebutuhan. Ya walaupun termasuk kebutuhan tersier, kalau bisa dipenuhi rasanya pua..aas banget. Tidak mengherankan ketika ada tanggal merah dan jatuh di hari jumat atau senin, jalanan menuju tempat wisata bakal macet dipenuhi wisatawan. 

Nah, long weekend tanggal 22-24 April kemarin, saya , mas suami dan ikhsan-ikhfan jalan-jalan ke Jakarta.  Kok ke Jakarta? Ga ke  daerah wisata alam aja? 

Rabu, 04 Januari 2017

aktivitas pengisi liburan

Bulan Desember adalah bulan liburan bagi saya dan anak-anak. Setelah terima rapot, Ikhsan-ikhfan libur sekitar 2 minggu dan saya dapat libur sekitar 4 minggu stelah ujian semester ganjil. Yeay...hepi dewh rasanya bisa liburan bareng anak-anak. Baru tahun ini, saya bisa punya banyak waktu untuk libur bareng anak-anak.

Libur panjang tanpa mas suami emang jadi kurang lengkap. Jadwal tugas luar kota mas suami masih padat dan kayaknya tidak menyisakan banyak waktu untuk liburan bareng saya dan anak-anak. Nah, biar acara liburan tetep seru di rumah, saya membuat daftar aktivitas pengisi liburan setiap harinya yang bisa kami lakukan.

Mau tahu, aktivitas apa saja yang saya lakukan bersama Ikhsan-Ikhfan selama liburan?

Selasa, 20 Desember 2016

Nonton film “SING”


Mengawali liburan akhir tahun ini, hari minggu kemarin saya mengajak Ikhsan dan Ikhfan nonton film SING di bioskop. Awalnya cuma bertiga aja karena mas suami lagi keluar kota, tapi trus teringat sahabat saya yang juga dekat sama Ikhsan Ikhfan untuk ikutan gabung nonton biar lebih seru. Akhirnya saya ngajak tante Rini untuk ikutan.


Saya memilih menonton di CGV Blits di Jwalk yang jam 11 siang. Seneng nonton di sana karena menurut saya ini bioskop ramah buat penonton anak. Tidak terlalu penuh sehingga nanti kalau pas film sudah diputar dan Ikhfan mulai berjalan-jalan di antara kursi penonton tidak ada yang protes hehe...
Untuk bekal, saya sudah nyiapin makan siang adek Ikhfan, biar dia tidak begitu rewel kalau di pertengahan film merasa lapar. Kalau untuk kakak Ikhsan, ntar cukup beli popcorn aja di sana.

Nah, ini saya tulis garis besar review film SING yang kemaren kami tonton.

Senin, 24 Oktober 2016

Belajar Positif Parenting [PART 2]


Melanjutkan postingan positif parenting PART 1 disini, saya posting lanjutannya.
Setelah membulatkan niat dan komitmen untuk menjadi orang tua yang baik dengan menerapkan positif parenting, kita harus lebih banyak membaca dan mencari informasi seputar positif parenting. Ga mungkin kan, cuma ada niat tanpa ilmu untuk menerapakan positif parentng? kayaknya susah banget deh. Nah ini  ada  beberapa hal yang perlu kita perhatikan jika ingin menerapkan positif parenting: 

Jumat, 14 Oktober 2016

Belajar Positif Parenting [Part 1]


Kemarin Sabtu tanggal 8 Oktober 2016 saya mengikuti sebuah Talkshow menarik tentang positif parenting di Fakultas Psikologi UGM dalam rangka memperingati hari kesehatan jiwa. Talkshow kemarin terbagi dalam 2 sesi. Sesi pertama paparan tentang emosi dalam keluarga yang disampaikan Prof Subandi dan good parenting yang disampaikan Prof. Noor Rahman. 

Sedangkan sesi kedua menghadirkan 2 keluarga (keluarga Pak Broto dan keluarga Anto) yang menerapkan dua pola asuh yang berbeda pada anak-anak mereka yang “menghasilkan” produk anak dengan prestasi yang berbeda. Sesi yang kedua sangat menarik karena salah satu keluarga yang hadir adalah keluarga Antok. Anto pernah hadir dalam acara Kick Andy, menceritakan tentang proses pemasungan dirinya karena dianggap depresi dan membahayakan masyarakat sampai akhirnya Anto dapat terbebas dari pasung dan depresi. Selain terbebas dari pasung, Anto juga sukses dapat kuliah dan berkreasi dengan batik. Proses panjang sekitar 3 tahun berhasil dilewati Anto.

Jumat, 23 September 2016

Menjadi Orang Tua yang Bijak Ber-internet



Saya adalah generasi tahun 90an, saat-saat awal yang namanya internet mulai dikenal oleh anak-anak muda di Indonesia. Di tahun pertama saya SMA, saya mulai mengenal yang namanya email atau surat elektronik, website dan chating-chating ala IMRC maupun YM. Cara menggunakan internet saya peroleh dari teman-teman dan juga pernah sekali ikutan workshop gratisan tentang internet. 
 
Waktu itu, bisa menggunakan internet tuh sesuatu banget deh karena belum banyak anak-anak muda sebaya saya yang bisa pake internet. Jadi rasanya seneng banget sampai mungkin terlalu seneng sampai tiap hari ada perasaan pengen menyambangi warnet untuk sekedar chating lewat MIRC.

Kala itu belum ada smartphone dan penggunaan handphone pun masih terbatas kalangan tertentu saja, jadi warnet menjadi idola orang-orang yang ingin menggunakan internet- termasuk saya. Namun selang 15an tahun, keadaan sudah sangat berbeda. 

Selasa, 20 September 2016

Perpustakaan yang cozy

Sudah lama banget saya pengen singgah di perpustakaan daerah Jogja yang bernama Grhatama Pustaka. Dari jauh gedungnya terliat bagus dan keren, jadi bikin penasaran aja buat masuk. Biasanya kalau denger kata perpustakaan, yang ada dalam pikiran kita adalah gedung yang "kaku" dan rak yang penuh buku trus jadi bikin males masuk. Beda banget kalau disuruh masuk toko buku.

Minggu kemarin, saya dan Ikhsan menyempatkan diri masuk ke Grhatama Pustaka yang lokasinya dekat dengan Jogja Expo Center. Yuk mari kita lihat-lihat ke dalam..

Gedung Grhatama Pustaka tampak dari depan

Rabu, 22 Juni 2016

Lava Tour Merapi- (late post)

Sebenarnya saya sudah lama pengen ngajak Ikhsan-Ikhfan naek jeep terbuka dan menikmati lava tour di lereng gunung merapi. Tapi kok selalu saja gagal. Klise memang, kalau saya bilang waktunya selalu berbarengan dengan acara lain.

Nah akhirnya awal bulan Mei kemarin, saya dan mas bener-bener menunaikan janji kami pada Ikhsan-Ikhfan untuk nyobain lava tour. Dan di minggu pagi kami bersiap dan meluncur ke arah kaliurang. Berharap sampai base camp jeep lava tour merapi di museum gunung merapi jam 9an.
Ikhsan-Ikhfan sudah girang bukan kepalang membayangkan bakal naek jeep model offroad yang biasa mereka lihat di teve.
 "Pasti seru ya bu..." ikhsan-ikhfan gantian berseru kepada saya.
"Yup, kita akan off-road-an anak-anak..."

Jumat, 08 April 2016

ngedate bareng ikhsan-ikhfan

Kalau liat anak cewek lewat di depan saya rasanya penge..een juga punya anak cewek. Membayangkan lucu kalau didandanin macam-macam dan kalau dah agak gedean bisa diajak jalan bareng. Hehe..., itu di angan-angan. Tapi anugerah Allah memang sama nikmatnya. Punya dua anak laki-laki ternyata "klik" ajah saya ajak jalan atau ngedate.
Beberapa kali saya memang jalan hanya dengan ikhsan-ikhfan minus bapaknya karena seringnya di waktu weekend mas sedang tugas keluar kota, jadi di rumah hanya ada kami bertiga.
Kalau udah hari sabtu, emang bawaannya gatel pengen jalan-jalan. Apalagi si kakak ikhsan, baru jumat malem saja sudah ribut ngerancang besok sabtu-minggu mau jalan-jalan kemana?

Saya sih seneng-seneng aja :). Apalagi adek ikhfan dah agak gedean jadi dah ga terlalu repot diajak jalan-jalan tanpa asisten.
Tujuan jalan-jalan saya sama anak-anak, memang ga jauh-jauh dari rumah, masih area jogja dan mencoba berbagi moda transportasi yang ada. Kadang saya ajak ikhsan ikhfan naek bus transjogja, becak, taksi, mobil sendiri dan kadang juga naek motor bertiga. Tergantung kita mau kemana. Biasanya saya bikin kesepakatan sama kakak ikhsan, kita mau jalan kemana dan mau naek apa. Jadi konsekuensinya dari "deal" itu harus ditanggung bersama. Kalau adik ikhfan sih ngikut aja.

Acara ngedate bertiga bareng anak-anak, bener-bener saya rasakan manfaatnya. Kami jadi lebih kompak dan anak-anak ternyata kalau dihadapkan pada situasi yang "memaksa" mereka harus mandiri dalam artian melakukan kebutuhan mereka sendiri ternyata mereka mampu. Beberapa kali adik ikhfan bersedia makan  sendiri di restoran dan kakak ikhsan juga mau diminta membantu membawa barang-barang kebutuhan adiknya plus jagain adiknya kalau saya lagi repot mbayar ini-itu di tempat tujuan jalan-jalan.
Ternyata anak-anak kalau diberi kepercayaan, mereka senang karena mereka dianggap "ada" dan merasa dibutuhkan. Saya pun merasa senang karena dengan mengajak mereka ngedate, ternyata ikhsan-ikhfan sudah mulai bisa belajar memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Jadi, bagi saya ngajak jalan anak-anak tanpa asisten memang perlu, untuk memberi keseimbangan psikologis bagi mereka karena kalau di rumah masih banyak kebutuhan mereka yang selalu "terlayani" oleh saya atau asisten saya di rumah. Selain itu saya bisa lebih dekat dengan mereka karena jumlah waktu yang saya habiskan di rumah untuk bekerja terkadang menyita waktu saya bersama mereka.

Kamis, 21 Januari 2016

cerita khitanan-nya kakak ikhsan

Tanggal 29 desember 2015 kemaren menjadi "hari yang bersejarah bagi kakak ikhsan". Ya, di tanggal itu kakak ikhsan mantap untuk di khitan. Saya dan mas juga "memaksakan hati" untuk mantap. Karena saya, kalau ditanya kapan siap meng-khitan-kan ikhsan? hua...saya selalu ngambang njawabnya. Rasa hati ga tega ngeliat mr p****nya kakak ikhsan dikhitan. Takutnya juga ngerawatnya pasca khitan.
Membayangkan kakak bakal rewel. Huh, pokoknya ga tega.

Tapi ternyata ikhsan sudah memberi saya ultimatum, kalau pas liburan terima rapot kelas 3 semester 1, dia harus sudah khitan. Jadi masuk sekolah sedah khitan, titik. Usut diusut ternyata pak guru di sekolah menghimbau anak-anak putra untuk khitan pas libur sekolah tiba.

Saya dan mas belum menentukan tempat khitan buat ikhsan. Tetapi sudah pasti harus di rumah sakit dengan bantuan dokter bedah. Ga bisa di bong supit atau tempat sunat non RS. Latar belakangnya adalah karena sebenarnya saran untuk segera meng-khitan ikhsan sudah sejak ikhsan berumur 2 tahun. Dokter anak yang sering menangani ikhsan mendiagnosa ikhsan mengalami fimosis.
Fimosis ini adalah kondisi dimana kulup melekat pada kepala p**** dan menutup lubang p****. Akibatnya, urin tidak dapat keluar normal dan kepala p**** tidak dapat dibersihkan.
Fimosis bisa memicu timbulnya infeksi yang disebut balanitis atau infeksi di kepala p****. Fimosis juga bisa membuat anak kesakitan saat berkemih.
Pada ikhsan, sejak didiagnosa fimosis, ikhsan sering panas dan ketika berkemih p**** akan "melembung". Dokter menyarankan ikhsan untuk segera sirkumsisi/khitan dengan bius total karena usianya dibawah 9 tahun sehingga dianggap belum bisa kooperatif jika sirkumsisi dilakukan dengan bius lokal.

Saya dan mas rada ngeri kalau khitan dilakukan dengan bius total. Alasan ini kadang ga rasional bagi orang lain tapi kami tetep aja takut dan ngeri walau kami harus nanggung risiko ikhsan jadi sering panas karena terjadi infeksi. Maaf ya kak ikhsan...
(yang ini jangan ditiru ya.., karena sebaiknya memang anak yang terkena fimosis harus segera dikhitan supaya tidak sering terjadi infeksi).

Kamis, 08 Oktober 2015

ikhsan-ikhfan dan air

ikhfan 3th 3bln, si anak yang paling kecil di rumah sekarang rasanya cepat sekali tumbuh menjadi besar. Saya kadang kangen masa-masa ikhfan bayi. Kangen menggendong dan mendekap tubuh mungilnya. Eh, sekarang kok ya, badannya tambah tinggi dan dah ga pantes kalau saya menggendongnya seperti bayi. Tapi dasar saya-nya yang pengen gendong-gendong ikhfan seperti bayi jadi ikhfan mau juga digendong kayak gitu hehe...

Akhir-akhir ini ikhfan dan si kakak ikhsan mulai keranjingan mainan air di sungai dekat rumah. Sungai ini biasa disebut kali kuning. Air sungai ini berasal dari gunung merapi. Rumah saya hanya berjarak 1 km dari pinggir kali kuning ini.
Karena sekarang masih musim kemarau, jadi saya memperbolehkan ikhsan-ikhfan ditemani mbak fitri (asisten saya) maen air di kali kuning. Dulu kala merapi meletus tahun 2010, air di kali kuning dipenuhi lahar dingin dan rumah saya jadi area waspada terkena banjir lahar dingin.
Setelah 5 tahun berlalu, pasir-pasir di kali kuning sudah sangat berkurang karena diambil oleh truk-truk pasir yang setiap hari datang ke kali kuning. Di musim kemarau ini, air di kali kuning sudah sangat surut, hanya semata kaki saja. Tapi airnya sungguh jernih dan bersih.

Ikhsan-ikhfan sangat senang bisa menjaring ikan di kali kuning. Ikan-ikan kecil juga udang kecil sangat mudah dijaring.
Bagi Ikhfan acara maen di kali kuning harus basah kuyup, jadi harus bawa bekal baju ganti dan handuk. Kalau kakak ikhsan sih ga sampai basah kuyup. Tapi mereka berdua sangat menikmatinya. Saya jadi teringat waktu saya kecil dulu juga seneng kalau maen ke kali.
Mas yang selalu wanti-wanti kudu ati-ati kalau pas maen di kali, selalu liat arah gunung merapi. Kalau disana terlihat mendung harus cepet-cepet pulang takut kalau tiba-tiba air datang dari atas.
Saya juga ikutan wanti-wanti si mbak tentang hal yang satu ini. Harus selalu waspada.

Ya..anak-anak memang suka dengan segala sesuatu yang berbau air...
Siapa yang mau ikut bergabung maen air di kali kuning bareng ikhsan-ikhfan, mari ke mari datang ke rumah kami di desa tanjungsari, ngaglik, sleman. Bermain air dengan seru yang murah meriah hehe....





Senin, 24 Agustus 2015

ketemu dokter gigi untuk pertama kali...

Urusan dengan gigi, terkadang harus berakhir di ruang praktek dokter gigi untuk "dieksekusi". Saya sejak kecil sebenaranya ngeri kalau harus masuk ke ruang prakter dokter gigi. Merinding liat kursi dan alat-alatnya. Mungkin saya punya pengalaman ga mengenakkan dengan gigi ketika saya berumur 8 atau 9 tahun. Kala itu gigi geraham saya berlobang dan sering sekali sakit . Akhirnya saya dibawa bapak ke dokter gigi. Berhubung lobang sudah sangat besar, kayaknya gigi geraham saya tidak memungkinkan untuk diselamatkan dan saya harus merelakan untuk dicabut. Huaa....takut dan ngeri waktu itu dan sampai sekarang saya masih ingat perasaan takut itu.
Walau dokter gigi sudah menenangkan dengan kata-kata lembut, dibilangnya ga bakal sakit dan besok sudah bisa langsung makan seperti biasa, tapi yang namanya anak-anak, rasa takutnya ga ilang-ilang.

Dan setelah dicabut, selama seminggu saya masih merasakan nyut-nyut pada bekas gigi yang dicabut dan belum bisa makan dengan enak. Sejak itu saya takut banget sakit gigi, dan dengan kesadaran sendiri rajin menyikat gigi. Bapak dan ibu dulu ga begitu gencar mengingatkan anak-anaknya untuk sikat gigi. Tampaknya acara sakit gigi jadi hal yang biasa di keluarga kami kala itu.

Karena pengalaman itu, sekarang saya menerapakan wajib sikat gigi pada ikhsan-ikhfan minimal sehari 3 kali. Sebelum tidur wajib sikat gigi dan tidak ada acara minum susu sebelum tidur. Kalau mau minum susu ya sebelum sikat gigi.

Senin, 03 Agustus 2015

ikhsan 8 tahun & ikhfan 3 tahun

#ikhsan-8 tahun

Alkhamdulillah kakak ikhsan tanggal 30 juni 2015 kemaren genap berusia 8 tahun. Jauh-jauh hari, ikhsan sudah meminta saya untuk merayakan ulangtahunnya. Ikhsan penge..een banget ngundang teman-teman sekolah dan teman-teman maen di rumah.
Ketika saya tanya alasan ikhsan, kenapa pengen ulang tahunnya dirayakan? Saya mendapat jawaban yang simpel banget dari ikhsan, " aku pengen dapat hadiah dari temen-temen."

Saya dan mas berkali-kali tarik-ulur dengan permintaan ikhsan itu. Saya mencoba menawarkan kepada ikhsan merayakan ultah tahun ini di rumah saja tanpa mengundang teman-teman, tapi nanti ada kue tart juga kado dari ibu bapak.
Ikhsan tetep ga mau. Pengen ngerayain ultah sekalian buka puasa bersama dengan teman-teman.
Berhubung ikhsan dalam tahap belajar puasa sehari penuh, akhirnya kami mengabulkan permintaan ikhsan. Jadi intinya adalah acara buka bersama sekaligus ultah ikhsan yang ke 8.

Selasa, 15 Juli 2014

foto keluarga


Apakah teman-teman blogger pernah membuat foto keluarga?
Pasti sebagian besar jawabannya pernah. Saya juga pernah dan tidak hanya sekali. Kalau saya ditanya apa alasan saya membuat foto keluarga karena saya ingin mendokumentasikan moment keluarga. Setiap kali saya melihat foto keluarga yang telah dibuat, rasanya seneng saja. 

Jaman sekarang ketika era digital benar-benar membanjiri kita, urusan berfoto dan bernarsis menjadi sesuatu yang sangat mudah dan menyenangkan. Mengambil foto tidak harus memakai kamera digital tapi dapat menggunakan hape, kita bisa mengambil foto kapan pun dan dimana pun. Apalagi sekarang kamera hape sangat mengakomodir kebutuhan berfoto sendiri alias foto selfie.
Nah, sekarang bisa disurvei.. pengguna hape pasti mempunyai file foto lebih dari 20 file hasil jepret-jepret dengan kamera hape.

Balik ke foto keluarga. Sebagian besar foto keluarga yang saya buat di studio foto. Ga tau ya, rasanya mantep aja kalau foto di studio dan kita diarahkan gayanya oleh fotografer. Pertama kali membuat foto keluarga, ketika saya berumur sekitar 8 tahun. Saya, kakak dan adik diajak ibu ke studio foto dan dijepret-jepret. Jaman dulu kalau difoto gayanya masih rada formal dan kaku gitu. Setelah itu fotonya dicetak ukuran gede dan dipigura. Dulu, ibu saya senang sekali memasang pigura foto di dinding. Tidak hanya foto keluarga, tapi juga foto wisuda anak-anaknya. Jadi di dinding ruang tamu keluarga kami, terpasang foto-foto wisuda sarjana kami.

Sekarang setelah saya menikah, saya pun mulai senang memasang pigura foto di dinding ruang keluarga rumah saya. Foto-foto itu  menggambarkan perjalanan kehidupan keluarga kecil kami. Perjalanan kehidupan kami yang awalnya hanya terdiri dari saya dan mas, kemudian di tahun kedua hadir kakak ikhsan. Sampai sekarang di tahun ke sembilan anggota keluarga kami bertambah dengan hadirnya adek ikhfan.

Menurut saya setiap moment memang sebaiknya diabadikan, walau tidak setiap file foto akhirnya dicetak dan dipajang di dinding. Saya senang mengabadikan setiap moment yang saya lewati. Entah foto itu saya share ke media sosial atau hanya untuk dilihat sendiri saja. Karena pada setiap foto pasti ada cerita di belakangnya. Saya juga ingin kakak ikhsan dan adek ikhfan bisa melihat perjalanan kehidupan mereka melalui foto yang ada di dinding rumah mereka. Dengan harapan mereka bisa merangkai cerita-cerita tentang foto-foto itu dan menyimpan kenangan bahagia di hati mereka tentang keluarga.

Bagaimana dengan teman-teman? Apakah punya cerita tentang foto keluarga?

ini beberapa foto keluarga yang pernah saya buat.

note: foto ini diambil tahun 2008 di calista studio, ketika ikhsan berusia 2 tahun


note: foto diambil di kebun teh kemuning bulan desember 2012


note: foto ini dibuat bulan mei 2014 kemaren di kanaya studio, ketika ikhsan berumur 7 th dan ikhfan berumur 1 th 10 bulan.


note: foto ini juga diambil di kanaya studio (ikhsan 7th & ikhfan 1 th 10 bl)

note: ini foto keluarga besar saya yang diambil tahun 2011 di sampurna studio 
(adek ikhfan belum lahir, jadi ga kliatan di foto ;)

Jumat, 30 Mei 2014

sore di alun-alun kidul yogya

hari minggu sore yang lalu kami menghabiskan sore di alun-alun kidul yogyakarta.Yogyakarta mempunyai 2 alun-alun. Satu ada di depan keraton Yogyakarta yang sering disebut alun-alun lor (utara) dan yang satu ada di belakang Keraton yang disebut alun-alun kidul (selatan).

di alun-alun kidul ada dua pohon beringin besar. banyak orang yang mencoba masangin atau berjalan masuk di antara dua pohon beringin itu dengan mata tertutup.
Caranya sangat sederhana yaitu kita menutup mata lalu berjalan lurus sekitar 20an meter dari depan Sasono Hinggil menuju tengah-tengah pohon beringin. Sepertinya mudah, tetapi tidak semua orang yang mencobanya berhasil melewati dua pohon beringin di alun-alun kidul ini karena tentu saja berjalan tanpa melihat pasti jauh lebih sulit bila mata tidak tertutup.
Menurut mitos, hanya orang yang bersih hatinya saja yang bisa melewatinya.Kalau dalam pengertian luas, permainan masangin ini menyampaikan pesan bahwa untuk mencapai apa yang diinginkan kita harus berusaha keras dan tetap menjaga kebersihan hati. Untuk mencoba permainan ini kita bisa menyewa penutup mata seharga 5 ribu rupiah.

Selain permainan masangin. di alun-alun kidul banyak penjual mainan buat anak-anak kayak layang-layang, gelembung sabun bahkan anak ayam warna-warni.
yang seru lagi, ketika hari mulai gelap akan banyak odong-odong yang bisa dikayuh dengan hiasan lampu warna-warni yang disewakan. Cukup dengan 30 ribu rupiah, kita bisa menyewa odong-odong dan mengayuhnya mengelilingi alun-alun kidul. Setelah lelah mengayuh, bisa dicoba minum ronde sambil duduk lesehan dan menikmati malam di alun-alun kidul.

Nah, di alun-alun kidul, Ikhsan dan mas mencoba bermain layang-layang dan gelembung sabun. Sementara ikhfan lebih senang melihat penjual anak-anak ayam yang berwarna-warni sambil berlarian ke sana ke mari.

mari dilihat foto-foto kami ketika di sana...

sibuk megang anak ayam yang berwarna-warni

Senin, 03 Februari 2014

puisi ikhsan

 beberapa waktu yang lalu saya menemani kk ikhsan belajar pelajaran bahasa indonesia. Saya menemukan ada materi puisi di akhir setiap bab. Kemudian saya iseng-iseng meminta kk ikhsan untuk menulis puisi sendiri. Saya coba memberi contoh puisi yang saya tulis. Kk ikhsan mengangguk tanda mau. Tapi dia terdiam lama trus bertanya,
"nulis puisinya tentang apa bu?"
"apa saja. Bebas. Pokonya tulis apa yang ada di pikiran kk," jawab saya.
"yoh...aku mikir dulu," jawab kk ikhsan sambil terdiam beberapa saat.

dan ini dua puisi yang ditulis sekaligus. Lucu dan lugu khas alam pikiran anak-anak.