Sudah menjadi sesuatu yang “wajar” kalau kita sebagai muslim sebagian besar mempunyai pengeluaran yang lebih besar dibanding bulan-bulan yang lain. Terkadang malah over budget. Huhu...ngeri disamping kebutuhan kita bertambah ditambah harga beberapa kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik. Yang pusing tuh manajer keuangan keluarga karena musti njembreng duit biar cukup.
Sebenarnya pengeluaran di bulan Ramadhan bisa
diprediksi sebelumnya. Biar ga tekor atau over
budget, pengeluaran selama ramadhan dan lebaran musti direncanain juga lho.
Tahun-tahun lalu, saya tidak begitu peduli dengan pengeluaran yang meroket itu.
Biasanya jumlah pengeluaran bisa dua kali lipat pengeluaran bulanan rutin.
Bahkan lebih, hehe... Saya mengandalkan tambahan uang dari suami dan saya yang
biasa diberikan oleh kantor menjelang lebaran untuk menutup jumlah pengeluaran
yang meroket itu. Orang bilang THR atau apalah istilahnya tapi yang jelas
tambahan uang itu kami terima menjelang lebaran.